aku dan kampung halaman
November 18, 2020
tayan hilir, kampung yang jauh dari kota dan dikampung ku tidak ada listrik hanya menggunakan
mesin bahkan sampai sekarang masih menggunakan gengset disana aku tinggal bersama kedua bibi
ku dan adik ku yang nomor dua bernama zahra. Kami tinggal berempat disana, aku dan adikku
mendapatkan kasih sayang layak nya orang tua dari kedua bibi ku kami diajarkan bagaimana
bersikap sopan, dan menghormati orang yang lebih tua, dikampung ini aku dibesarkan walaupun
bukan tanah kelahiranku tetapi disini menyimpan banyak kenangan ketika aku masih kecil, aku ingat
zaman waktu SD dulu ketika pulang sekolah aku tidak langsung pulang aku bersama teman-teman
ku mandi di sungai Kapuas kami semua nyebur menggunakan baju sekolah dan ketika pulang umi ku
marah karna baju ku basah tetapi aku tidak jera walau sudah dimarahi, banyak permainan yang kami
mainkan sewaktu dulu seperti bermain kelereng, lompat tali, bermain petak umpet masih banyak
permainan tradisional lainnya lagi, hal itu sangat menyenangkan, ada lagi hal yang lebih seru yaitu
ketika musim kapar pasti kalian tidak mengerti kan musim kapar itu musim air pasang yang dipenuhi
banyak sampai beranyut yang beranyut bukan hanya sampah tetapi ada kue snack pokok nya
macam-macam yang beranyut dan ketika pulang sekolah aku bersama teman ku selalu berjalan
melalui jalan pinggir sungai pernah waktu itu aku dan teman ku menemukan satu bungkus kue Snack
makaroni dan kami sangat senang tidak perduli mau kadaluwarsa atau tidak kami langsung
memakannya, pesan ku kepada kalian jangan lewatkan moment bersama teman-teman kecil habis
kan lah waktu bersama nya karna ketika sudah beranjak dewasa semua akan sibuk dengan hal nya
masing-masing maka dari itu gunakan masa kecilmu dengan hal-hal yang indah dan menyenangkan
agar ada cerita yang akan kau ceritakan dihari tua kelak kepada anak-anak mu bukan kah itu sangat
menyenangkan.
Komentar
Posting Komentar